Sudah 4 Hari Dua Desa di Pasuruan Terendam Banjir, Warga Pasrah

DAERAH

Pasuruan – Banjir masih menjadi momok bayi warga Kabupaten Pasuruan saat musim hujan. Di beberapa titik, genangan banjir tidak surut selama beberapa hari.
Dua desa di Kecamatan Beji, yakni Desa Kedungringin dan Desa Kedungboto merupakan titik langganan banjir parah. Banjir di dua desa ini bisa bertahan berhari-hari.

“Banjir ini sudah empat hari. Warga sangat terganggu tidak bisa bekerja di luar rumah,” kata Rosadi, salah seorang perangkat Desa Kedungringin, Selasa (17/2/2026).
Warga lainnya, Sueb menyatakan, meski sangat terganggu, banjir di dua desa ini seperti dianggap biasa. Bertahun-tahun langganan banjir tapi masih tidak ada solusi dari pemerintah.

Apalagi sungai lebih tinggi dari pemukiman. Tapi seharusnya ada penanganan serius dalam banjir,” ucap Sueb.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menyatakan, genangan banjir di Desa Gedungringin ada di Dusun Ngampel dengan ketinggian 10-30 cm, Dusun Gersikan setinggi 10-15 cm, Dusun Balongrejo paling parah dengan ketinggian 60-80 cm.
Lalu, di Dusun Kedungringin Selatan setinggi 20-45 cm, Dusun Kedungringin Tengah setinggi 50-75 cm, dan Dusun Kedungringin Utara setinggi 10-30 cm.

“Di Desa Kedungboto, banjir di tiga dusun. Antara lain Kedungboto setinggi 10-20 cm, Gedang Klutuk setinggi 10-20 cm, dan Dusun Karanglo setinggi 20-30 cm,” terangnya.

Banjir di dua desa ini akibat hujan lebat ditambah luapan Sungai Wrati. Letak desa yang lebih rendah dari sungai menyebabkan banjir lama (ihc/hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *