Doktor ke-16 UHT, Andi Sulistiono Kembangkan Model Tata Kelola Ekowisata Bahari

Uncategorized

SURABAYAPRI– Universitas Hang Tuah (UHT) kembali menambah doktor baru. Andi Sulistiono, mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHT, dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam Ujian Sidang Terbuka Disertasi yang digelar Kamis (10/9/2026).

Ujian terbuka berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Gedung Pulau Ndana (Pulau Mangudu) Ballroom Lantai 5 Universitas Hang Tuah, Surabaya. Andi mempertahankan disertasinya berjudul “Model Tata Kelola Kolaboratif Ekowisata Bahari Berkelanjutan di Pulau Samalona, Kepulauan Spermonde, Kota Makassar.”

Dalam pemaparannya, Andi mengungkapkan bahwa penelitian tersebut berangkat dari kondisi Pulau Samalona yang memiliki dua fungsi sekaligus, yakni sebagai kawasan pariwisata bahari dan kawasan konservasi. Namun, tata kelola yang berjalan selama ini belum sepenuhnya mampu menyeimbangkan kedua fungsi tersebut.

Perkembangan pariwisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Di sisi lain, aktivitas wisata juga memunculkan persoalan lingkungan, antara lain kerusakan terumbu karang dan meningkatnya sampah, sementara karakter Pulau Samalona sebagai pulau kecil membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan.

Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi tata kelola ekowisata bahari di Pulau Samalona, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta membangun model tata kelola kolaboratif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Tawarkan Model Kolaboratif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal telah berperan aktif dalam kegiatan wisata, baik sebagai pemilik maupun pekerja usaha wisata, pelaku usaha mikro, operator transportasi, maupun pelaku aktivitas wisata lainnya. Pemerintah dan pihak swasta juga telah memberikan dukungan melalui perbaikan fasilitas dan pembangunan infrastruktur.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah faktor penghambat, seperti keterbatasan sumber daya, belum optimalnya peran dinas terkait, koordinasi yang belum berkelanjutan, kurangnya publikasi dan promosi, belum terpadu­nya pengelolaan daya tarik wisata, serta keterbatasan air bersih dan listrik.

Berdasarkan temuan tersebut, Andi menawarkan model tata kelola kolaboratif berbasis struktur jaringan yang melibatkan pemerintah, masyarakat lokal, dan pihak swasta.

Dalam model tersebut, Pemerintah Kota Makassar ditempatkan sebagai leading sector yang menjadi penggerak utama proses kolaborasi. Kepemimpinan pemerintah daerah menjadi faktor kunci untuk menginisiasi kolaborasi, membangun kepercayaan, memfasilitasi komunikasi, serta mendorong terbentuknya komitmen dan pemahaman bersama antar-stakeholder.

Model ini tidak dimaksudkan untuk membangun tata kelola dari nol, melainkan memperbaiki ketimpangan peran antaraktor yang selama ini telah terlibat dalam pengelolaan Pulau Samalona.

Menjaga Keseimbangan Ekonomi dan Lingkungan
Menurut Andi, keberhasilan pengelolaan ekowisata bahari tidak cukup hanya diukur dari peningkatan jumlah wisatawan maupun keuntungan ekonomi. Model yang ditawarkan diarahkan untuk menghasilkan tiga capaian utama, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat, kelestarian lingkungan, serta perubahan sosial dan perilaku wisatawan agar semakin peduli terhadap lingkungan.

Kebaruan penelitian terletak pada penempatan kepemimpinan sebagai penggerak kunci proses kolaborasi, sekaligus menghadirkan model yang mempertimbangkan karakter Pulau Samalona sebagai kawasan dengan dua fungsi, yaitu konservasi dan pariwisata.

Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan
Setelah seluruh rangkaian penilaian akademik, mulai dari mata kuliah penunjang disertasi, ujian kualifikasi, ujian proposal, seminar hasil riset, publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, hingga ujian disertasi tertutup dan ujian terbuka promosi doktor, Andi Sulistiono dinyatakan lulus Doktor Administrasi Publik dengan predikat sangat memuaskan.

Keputusan tersebut disampaikan dalam sidang berdasarkan Surat Keputusan Dekan FISIP UHT tentang Judisium Program Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Hang Tuah.

Dengan kelulusan tersebut, Andi Sulistiono tercatat sebagai doktor ke-16 Program Doktor Administrasi Publik FISIP UHT sekaligus doktor ke-16 Universitas Hang Tuah.

Dekan FISIP UHT menyampaikan ucapan selamat kepada Andi atas keberhasilannya meraih jenjang akademik tertinggi, sekaligus kepada keluarga yang selama ini memberikan dukungan dalam proses pendidikan doktoralnya.

Dalam pesan akademiknya, Dekan mengingatkan bahwa gelar doktor bukan sekadar tambahan gelar di depan nama, tetapi membawa tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan bangsa dan negara.

Adapun dalam pelaksanaan ujian terbuka tersebut, Dr. M. Husni Tamrin, S.AP., M.KP. bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus Ko-Promotor, Prof. Dr. Agus Subianto, M.Si. sebagai Promotor, dan Dr. Sri Wahyuni, M.Si. sebagai Ko-Promotor. Dewan penguji terdiri atas empat penguji internal dan dua penguji eksternal, yakni Prof. Dr. Ir. Siswo Hadi S., M.MT., IPU.; Prof. Dr. Viv Djanat Prasita, Drs., M.App., M.Sc.; Prof. Dr. Mas Roro Lilik Ekowanti, MS.; Prof. Dr. Ir. Ninis Trisyani, MP.; Prof. Dr. Daniel M. Rosyid, Ph.D., MRINA; serta Kolonel Laut (T) Dr. Okol Sri Suharyo, S.T., M.T.

Dengan diraihnya gelar doktor ini, penelitian Andi Sulistiono diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan tata kelola ekowisata bahari yang berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *